Enter a short paragraph of text or Adsense code, or disable the intro text entirely, in the theme options panel.

Bikin Cake dari Tepung Beras…Enak Juga!!

April 18th, 2010

Kemarin dulu Bapak ngingetin masih ada tepung beras dari tetangga yang belum diolah.Aiih…dibikin apa ya? mosok bubur sumsum lagi…hihi…ra kreatip banget.

Dan siang ini gadis kecilku teriak-teriak minta kue. Ada-ada saja. Cek dan ricek bahan, yang ga ada stok tepung terigu ma bubuk cokelat. Males nyarinya ah. Teringat pesan Bapak itu, aku terus gugling nyari resep kue basah dari tepung beras.  Tapi kok ya selalu ada bahan yang ga ada stoknya, walhasil akhirnya ngemodif sendiri kuenya, alhamdulillaah jadi, cake tepung beras tabur wijen,hehehe… :)

Berikut resepnya:

Bahan:

Telur ( 5 putih, 6 kuning), Margarin 200 g, Gula halus 150 g, garam sejimpit, tepung beras putih 150 g, tepung maizena 2 sendok makan, soda kue 1/2 sendok teh.

Cara bikin:

Siapkan bahan*ya iya lah*.  Sama siapkan juga loyang yang udah dioles pake margarin. Katanya sih harus pake kertas roti, tapi tadi ga pake. Ini mesti diingetin, giliran adonan siap, lupa belum nyiapin cetakan.hehe ^^

Pisahkan kuning telur dari putihnya. campur dulu tepung beras, maizena dan soda kue. Katanya si mesti pake ayakan, tapi aku tadi bikin ga diayak.

Kocok dulu putih telur yang udah dicampur ama gula dan garam.  Di banyak resep disebutkan mesti pake krim of tartar, hananging saya kagak punya, jadi bismillah aja, kocok dengan kecepatan tinggi sampai kakuuuuuu. Haiiih..tetep aja lembek. Biarin deh. namanya juga nyoba.

Habis itu ‘ublekan’ mixernya dicuci dulu…*hihihi, namanya apa sih*. Kata mami gw ntar ga bagus jdnya kalo kecampur adonan putih ma kuning :) *cuma ada satu stel ni* Baru kocok margarin dengan kecepatan rendah. Masukkan kuning telur satu demi satu. Kocok adonan sampai lembut.

Lalu masukkan campuran tepung-tepung tadi sedikit demi sedikit . Gunakan sendok kayu ya, putar satu arah saja. Aduk sampai tercampur rata.

Baru deh masukin kocokan putih telurnya dikit-dikit. Aduk pelan saja, sampai adonan tercampur rata.

Kalo ada bubuk coklat atau essence pandan pasti aku sisihkan sedikit adonan biar kuenya agak berwarna dikit, kebetulan lagi ga ada, ra po-po, itung-itung variasi.

Dan akhirnya masukkan adonan ke cetakan/loyang. Lalu karena adanya cuma meises sama wijen sisa bikin onde-onde, kutaburkan saja si wijen. Soalnya kalo meises yang ditabur dijamin anakku makan kue cuma bagian atasnya saja :D

Kali ini aku cuma pakai loyang palsu pan magic com ku, kebetulan bisa buat mbakar cake. Kalo mesti nunggu oven di atas kompor males banget siy… hehehe. Di resepnya bilang dipanggang sampai matang. yo jelas lah. Kalo pake magic com tadi kayaknya 3/4 jam tuh baru mati lampu indikatornya.

This is important.  Setelah matang loyang dibalik dan didinginkan, agar kue tidak ambleg. Prosedur standar untuk chiffon. Oke…aku pun membalik panci magic com.hihi. numplek to yo…

Yes! Yes! Yes!, kuenya ngga ambleg, lembut, ga bantat dan ngga bikin seret kalo ditelan, meskipun terasa agak kasar di lidah karna pake tepung beras. Tampangnya sih kurang menarik, terlalu pucat dan ikterik. Tapi enak loh…

Cake tepung beras putih tabur wijen

fotoinnya buru-buru...hehe..monokromatis

Kue ini lumayan yah enaknya apalagi kalo anda alergi gluten atau alergi protein terigu yang lain. Tapi kalo alergi telur ya maap maap saja tepung berasnya dibikin bubur sumsum (lagi-lagi bubur sumsum) aja atau kue lapis kukus.

Selamat mencoba bikin sendiri… :)

SalamSehat,

Any


Tags: , ,

Undang Undang Kesehatan Terbaru juga membahas ASI ekslusif

February 10th, 2010

Berikut ini petikan UU nomor 36/tahun 2009 tentang ASI

Pasal 128
(1) Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.
(2) Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan
penyediaan waktu dan fasilitas khusus.
(3) Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.

Pasal 129
(1) Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu secara eksklusif.
(2) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 200
Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak  Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)

Tags: ,

Mengenali masa subur

February 2nd, 2010

Anda ingin cepat punya momongan? Atau ingin melakukan KB alamiah? Pada dasarnya kedua hal tersebut dapat dilakukan dengan mengetahui kapan masa subur seorang perempuan. Jika cepat ingin punya keturunan lakukan senggama pada masa ini, dan sebaliknya jika tidak menginginkan hindari pada saat-saat tersebut.

Mengenali masa subur itu tidaklah sulit. Ada tiga cara sederhana dalam mengetahui kesuburan perempuan yang dapat dilakukan sendiri tanpa harus menggunakan peralatan yang mahal, yaitu: menggunakan siklus haid, metode suhu badan basal, dan memperhatikan lendir vagina.

Kesuburan seorang wanita mengikuti pola tertentu, yang dipengaruhi perubahan kadar hormon kewanitaan dalam tubuhnya. Kita biasa mengenalnya sebagai siklus haid. Tiap perempuan mempunyai siklus haid yang berbeda, normalnya berkisar antara 21- 40 hari. Ovulasi atau lepasnya telur terjadi 14 hari sebelum hari pertama menstruasi dimulai. Masa suburnya adalah sejak H-2 sampai H+2. Jadi, jika seseorang siklus haidnya 30 hari, masa suburnya adalah hari ke-14 sampai ke-18 (hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari ke-1) . Perlu diperhatikan bahwa lama haid tidak berpengaruh, hanya saat kapan haid itu dimulai.

Misalnya ibu A mendapatkan haid tanggal 2 Juni, kemudian haid berikutnya 4 Juli. Dapat disimpulkan siklusnya selama 32 hari. Ovulasi terjadi pada tanggal 20 Juni, dan masa subur dari tanggal 18-22 Juni.
Yang sulit adalah jika seseorang tidak teratur haidnya, metode ini menjadi tidak mudah diterapkan. Jika berubahnya hanya 1 atau 2 hari, masih bisa ditoleransi. Akan tetapi bila ternyata jauh berbeda, sebaiknya mnggunakan metode yang lain.

Cara kedua adalah menggunakan suhu badan basal. Seorang wanita pada masa suburnya cenderung berbadan lebih hangat dari biasanya. Suhu tubuh akan sedikit lebih tinggi, sehingga bila setap hari dilakukan pengukuran akan dapat diketahui kapan waktu suburnya. Gunakan termometer khusus yang bisa mencatat perubahan suhu sampai 0,1oC. Simpan termometer tersebut di tempat yang mudah dijangkau saat bangun tidur, ukur suhu pada waktu bangun tiap pagi sebelum turun dari tempat tidur.

Catat dalam sebuah grafik. Dari catatan tersebut dapat dibuat kurva yang menunjukkan kapan waktu suhu tubuh lebih hangat. Abaikan saat suhu tinggi akibat demam infeksi.
Kelemahan cara ini adalah bila seseorang lupa untuk melakukannya. Cara ketiga dapat dilakukan untuk melengkapi kedua cara di atas, yaitu dengan memperhatikan lendir cervix yang keluar dari vagina.

Metode ini biasa disebut sebagai Ovulasi Billings.
Pada saat seorang wanita sedang subur, vagina akan cenderung basah. Pantau lendir serviks yang keluar, bila lendir basah dan licin, kental ataupun lengket dapat merupakan pertanda masa subur. Bila tidak ada lendir atau vagina terasa kering, maka itulah waktu tidak subur. Cara ini mempunyai kelemahan apabila perempuan tersebut terinfeksi vaginanya.

Ketiga metode di atas bisa digunakan bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Misalnya ibu X membuat grafik suhu badan basal sekaligus memperhatikan keluarnya lendir licin dari vaginanya. Biasanya hasilnya saling memperkuat.

Berikutnya yang tak kalah penting adalah cara melakukan hubungan intim pada masa subur tersebut. Beberapa dari kita berpikir semakin sering berhubungan semakin besar kemungkinan punya anak. Hal ini salah, karena pembuahan terjadi antara sel telur dari perempuan dengan sel sperma dari laki-laki. Sperma tersebut memerlukan waktu untuk benar-benar matang dan siap membuahi sel telur. Oleh karena itu sebaiknya antar senggama diberi jarak 36-48 jam.

Terakhir, dukunglah dengan doa.

Salamsehat,

Any

Tags: , ,

pijatan pada bayi

February 1st, 2010

“Berikan pijatan pada bayi yang terus menangis karena sakit. Pijat tekanan ringan mampu membebaskan rasa sakit yang diderita sang bayi, secara umum bayi juga menyenangi dan memperoleh manfaat dari pijat refleksi.”

sumber detik. com

Powered by WordPress

Blossom Theme by RoseCityGardens.com