Enter a short paragraph of text or Adsense code, or disable the intro text entirely, in the theme options panel.

Untukmu Buah Hatiku

November 16th, 2011

Begitu menyembul kepalamu
Keluar dari jalan lahirmu
Hilang semua nyeri yang kurasakan
Berubah jadi bahagia takterkirakan
Mendengar tangis pertamamu
Mengetahui sudah lengkap semua organmu
Hati ini dipenuhi rasa syukur
Sungguh engkau anugerah yang tak terukur
Dalam hati ibu berdoa
Semoga kelak ibu dan ayahmu bisa
Mendidik dan membesarkanmu duhai ananda
menjadi manusia yang takwa
insan yang mulia di sisi-Nya

Tags: , ,

Kisah Motor

April 28th, 2011

Ini sebuah kisah nyata. Dulu saya punya teman yang dapat musibah, kecurian motor saat berkunjung ke rumah teman yang lain. Sungguh, betapa cobaan yang berat, motor ini biasa mengantarnya ke mana saja, untuk mempermudah mobilitasnya. Terus, motor itu ketemu ga ya? Hehe, bukan itu yang mau saya ceritakan.

Teman saya ini sangat sedih, bukan apa-apa, motor itu adalah sebuah barang berharga pemberian orang tua. Dia merasa bersalah. Tahu ngga, apa yang dikatakan Bapaknya. Apakah beliau marah karena si anak sudah menghilangkan motornya?

Bapak ini berkata, “Jangan bersedih, Nak. Bapak cuma kehilangan motor. Temen Bapak ada yang kehilangan motor, sekaligus kehilangan anaknya (maksudnya meninggal dalam kecelakaan motor). Bapak jauh lebih beruntung.”

Subhanallaah. Betapa besar hati Bapak ini, dan betapa pandainya beliau menghibur dan membesarkan hati anaknya. Betapa rasa syukur yang dimilikinya terhadap anugerah bernama anak benar-benar mendarah daging.

Setiap saya ingat kisah ini, kadang saya menjadi malu, betapa kadang begitu mudahnya emosi meninggi saat anak-anak saya melakukan kesalahan-kesalahan kecil, yang bahkan tidak mereka sengaja, seperti menumpahkan makanan, mengotori lantai, dan entah apalagi yang mungkin masih wajar untuk ukuran anak-anak.

Anak-anak kita memang jauh lebih berharga dari harta apapun yang kita miliki. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Semoga ibu bisa menjadi pendidik yang lebih baik ya anak-anakku… Mudahkanlah Ya Allah…Amiin

Tags: , , ,

Refleksi di Hari Guru

November 25th, 2010

Hari ini hari PGRI. Banyak sekali tulisan-tulisan yang menarik muncul di tab-tab google chrome saya, mulai dari status facebook ucapan selamat untuk para guru, sampai berbagai postingan di blog-blog yang sangat menarik untuk ditelaah, membuat saya merenungi kembali masa kecil saya.

Guru adalah cita-cita saya sewaktu kecil yang tidak kesampaian.  Sosok guru mungkin sangat menarik bagi saya waktu itu, pinter. Ya iyalaah, guru selalu tampak lebih pintar daripada muridnya. Guru itu digugu (dipatuhi) lan ditiru. Entah konsep itu masih ada di benak anak-anak sekarang atau tidak, tapi saya termasuk kagum pada guru-guru.

Alhamdulillah juga cita-cita itu tidak kesampaian. Saya ini orangnya ngga sabaran. Guru yang baik adalah bisa membuat anak yg ngga bisa jadi bisa, yang belum tahu jadi ngerti, yang bodho jadi pinter. Ngapain sekolah kalo udah pinter? Begitu kan kata orang-orang….

Tapi di sekolah kita, sudahkah guru-guru bisa berperan seperti itu? Answer it by yourself.

Saya bersekolah hampir tidak bermasalah dengan semua guru, kecuali guru Olah Raga mungkin. Lah masak lari keliling lapangan kalo kurang dari waktu target kok pake acara her. Ajaib lagi Hernya sore-sore pas cuaca panas-panasnya.  Rekor tidak membaik malah memanjang. Yo mau gimana lagi emang kemampuannya cuman segitu, hehehe (malah bikin apologi nih). Tapi Alhamdulillah ini guru ngasih nilai di rapor ngga jelek-jelek amat. Apa ada riwayat mata pelajaran OR dikasih nilai 5 di rapot???

Dan bagaimana tanggapan ortu kita dengan nilai OR yang segitu-gitu aja? No Problem. Tapi…kalo matematika dapat 5, hohoho…saya ngga tahu dhing wong belum pernah dapat musibah begitu. Tapi saya yakin, sedih luar biasa mereka kalo ada nilai begitu di rapor saya. Pun dengan ortu teman-teman saya yang tidak pandai matematika, sampai harus les, tetep ngga nyandak juga dapet nilai bagus. Mumuet…ra karu-karuan.

Dalam frame berpikir saya waktu itu, anak yang pintar matematika, fisika, dan ilmu eksakta lainnya adalah cerdas, yang engga bodho. Mungkin di jaman ini masih banyak yang berpikiran begitu. Pada akhirnya saya masuk ke Fakultas Kedokteran yang akhirnya ilmu matematika yg super rumit itu tidak dipakai, dan hilanglah dia dari dalam sel-sel memori otak saya, dan saya kemudian berpikir:

Sebenarnya apa esensi dari pendidikan dari SD sampai SMA itu kalo saya kuliah ketemunya lain banget? Ya…saya bukan orang pendidikan, mungkin saja memang harus lewat jalan berliku menuju puncak. Atau ada teman yang bisa ngasih tahu jawabannya?

Kembali ke pola pikir saya bahwa pintar itu harus juara di sekolah, ternyata saya salah. Mungkin tidak salah juga (piye to plin-plan), maksud saya yang dulunya bodoh di sekolah pun, hidupnya tetep survive. Setelah lepas dari dunia persekolahan, saya lihat di dunia nyata, ternyata banyak orang sukses yang tidak pintar di sekolah.  Tetangga saya pinter banget dagang, usahanya maju, padahal SD saja ga lulus. Dia cuma butuh matematika sederhana, bukan rumus integral dan turunan yang bikin pusing (Eh, tapi jangan termotivasi untuk tidak sekolah lho, menurut saya sekolah dan kuliah itu perlu untuk mematangkan pola pikir, karena kita di sekolah berinteraksi dengan banyak orang dan belajar berorganisasi).

Howard Gardner, pencetus ide multiple intelligence dan banyak ahli pendidikan lain menyatakan bahwa tidak ada anak yang bodoh di dunia ini. Kita saja orang tua yang tidak bisa menemukan keunikan anak-anak kita. Anak-anak kita terlahir cerdas. Di bidangnya masing-masing tentunya. Sore ini saya takjub melihat anak-anak SD di Jepang dalam acara TV champion Lomba Masak sekelas Chef hotel berbintang. Melihat mereka memegang pisau yang sangat tajam untuk mengiris tipis ikan saya benar-benar terpukau. Mana saya berani menggenggamkan pisau setajam itu pada anak saya,pun jika anak saya sudah SD kelas 4. Ya emang sih, rata-rata mereka anak tukang masak juga. Saya jadi berpikir, mengingat-ingat…di RM Padang yang laris ada ngga ya anak pemiliknya yang masih SD yang ikut masak? saya tidak tahu.  Anaknya mungkin sibuk les ini dan itu untuk mengejar nilai di sekolahnya. How do you think my friend? Apa yang sudah kita ajarkan pada anak kita untuk survive di kehidupannya kelak?

Setelah saya jadi orang tua, semakin saya sadar anak-anak itu luar biasa uniknya. Masing-masing punya karakter yang berbeda. Cara membujuk mereka untuk mandi, makan, pake baju pun lain-lain. Apalagi membuatnya diam dari tangisnya. Tiga anak saja dari satu orang tua berbeda triknya. Sungguh, profesi guru ini benar-benar profesi yang berat, mereka menghadapi anak-anak dengan berbagai tipe, latar belakang, dan hal ikhwal lain yang berbeda, dalam jumlah besar, dan stresor dari atasan, bikin ktsp, dll dsb etc betapa pusingnya. Belum kalo ada masalah juga dengan anak mereka sendiri. Tapi kalo bapak-ibu guru ikhlas dan benar-benar sukses mendidik, hanya Allah saja nanti memberi balasan yang terbaik.

Belakangan ini dari beberapa guru yang saya kenal mengeluhkan murid-muridnya yang kurang sopan, atau dosen yang menerima sms alay dari mahasiswanya. Iya, benar banget, konsep murid tentang guru sudah berubah. Guru bukan lagi sosok yang ditakuti, malah kadang-kadang dilecehkan. Marah pak Guru? apa sedih Bu Guru? Tantangan yang sama yang dihadapi oleh kami para orang tua karena pada hakikatnya orang tua juga guru di rumah, bahkan seorang dokter di ruang prakteknya juga seorang guru yang bertugas mengedukasi pasiennnya tentang bagaimana hidup sehat.

Wah, tulisannya jadi merembet ke mana-mana nih :)

Please pak Guru dan bu Guru, bantu kami para orang tua, mari bekerja sama menemukan jati diri anak-anak kita. Jadilah pendidik (educator), bukan sekedar pengajar (teacher). Perlakukan anak-anak kami dengan sebaik-baiknya, agar mereka meraih sukses di masa depannya, dunia dan akhirat. Kami para orang tua juga akan berusaha menjadi contoh yang baik buat anak-anak kami.

Saya pribadi menghimbau kepada teman-teman saya dan mengingatkan diri saya sendiri agar jangan “pasrah bongkokan”, sekedar mencarikan sekolah yang mahal dan bergengsi dan menyerahkan semua tanggung jawab pendidikan anak pada guru. Tidak teman, kita yang nanti ditanya sama Allah tentang pendidikan anak kita.

Di akhir tulisan ini, bersama dengan ikhtiar kita, saya berdoa, “Rabbii habli minash shaalihiin”

Tags: , , ,

Bikin Cake dari Tepung Beras…Enak Juga!!

April 18th, 2010

Kemarin dulu Bapak ngingetin masih ada tepung beras dari tetangga yang belum diolah.Aiih…dibikin apa ya? mosok bubur sumsum lagi…hihi…ra kreatip banget.

Dan siang ini gadis kecilku teriak-teriak minta kue. Ada-ada saja. Cek dan ricek bahan, yang ga ada stok tepung terigu ma bubuk cokelat. Males nyarinya ah. Teringat pesan Bapak itu, aku terus gugling nyari resep kue basah dari tepung beras.  Tapi kok ya selalu ada bahan yang ga ada stoknya, walhasil akhirnya ngemodif sendiri kuenya, alhamdulillaah jadi, cake tepung beras tabur wijen,hehehe… :)

Berikut resepnya:

Bahan:

Telur ( 5 putih, 6 kuning), Margarin 200 g, Gula halus 150 g, garam sejimpit, tepung beras putih 150 g, tepung maizena 2 sendok makan, soda kue 1/2 sendok teh.

Cara bikin:

Siapkan bahan*ya iya lah*.  Sama siapkan juga loyang yang udah dioles pake margarin. Katanya sih harus pake kertas roti, tapi tadi ga pake. Ini mesti diingetin, giliran adonan siap, lupa belum nyiapin cetakan.hehe ^^

Pisahkan kuning telur dari putihnya. campur dulu tepung beras, maizena dan soda kue. Katanya si mesti pake ayakan, tapi aku tadi bikin ga diayak.

Kocok dulu putih telur yang udah dicampur ama gula dan garam.  Di banyak resep disebutkan mesti pake krim of tartar, hananging saya kagak punya, jadi bismillah aja, kocok dengan kecepatan tinggi sampai kakuuuuuu. Haiiih..tetep aja lembek. Biarin deh. namanya juga nyoba.

Habis itu ‘ublekan’ mixernya dicuci dulu…*hihihi, namanya apa sih*. Kata mami gw ntar ga bagus jdnya kalo kecampur adonan putih ma kuning :) *cuma ada satu stel ni* Baru kocok margarin dengan kecepatan rendah. Masukkan kuning telur satu demi satu. Kocok adonan sampai lembut.

Lalu masukkan campuran tepung-tepung tadi sedikit demi sedikit . Gunakan sendok kayu ya, putar satu arah saja. Aduk sampai tercampur rata.

Baru deh masukin kocokan putih telurnya dikit-dikit. Aduk pelan saja, sampai adonan tercampur rata.

Kalo ada bubuk coklat atau essence pandan pasti aku sisihkan sedikit adonan biar kuenya agak berwarna dikit, kebetulan lagi ga ada, ra po-po, itung-itung variasi.

Dan akhirnya masukkan adonan ke cetakan/loyang. Lalu karena adanya cuma meises sama wijen sisa bikin onde-onde, kutaburkan saja si wijen. Soalnya kalo meises yang ditabur dijamin anakku makan kue cuma bagian atasnya saja :D

Kali ini aku cuma pakai loyang palsu pan magic com ku, kebetulan bisa buat mbakar cake. Kalo mesti nunggu oven di atas kompor males banget siy… hehehe. Di resepnya bilang dipanggang sampai matang. yo jelas lah. Kalo pake magic com tadi kayaknya 3/4 jam tuh baru mati lampu indikatornya.

This is important.  Setelah matang loyang dibalik dan didinginkan, agar kue tidak ambleg. Prosedur standar untuk chiffon. Oke…aku pun membalik panci magic com.hihi. numplek to yo…

Yes! Yes! Yes!, kuenya ngga ambleg, lembut, ga bantat dan ngga bikin seret kalo ditelan, meskipun terasa agak kasar di lidah karna pake tepung beras. Tampangnya sih kurang menarik, terlalu pucat dan ikterik. Tapi enak loh…

Cake tepung beras putih tabur wijen

fotoinnya buru-buru...hehe..monokromatis

Kue ini lumayan yah enaknya apalagi kalo anda alergi gluten atau alergi protein terigu yang lain. Tapi kalo alergi telur ya maap maap saja tepung berasnya dibikin bubur sumsum (lagi-lagi bubur sumsum) aja atau kue lapis kukus.

Selamat mencoba bikin sendiri… :)

SalamSehat,

Any


Tags: , ,

Undang Undang Kesehatan Terbaru juga membahas ASI ekslusif

February 10th, 2010

Berikut ini petikan UU nomor 36/tahun 2009 tentang ASI

Pasal 128
(1) Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.
(2) Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan
penyediaan waktu dan fasilitas khusus.
(3) Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.

Pasal 129
(1) Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu secara eksklusif.
(2) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 200
Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak  Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)

Tags: ,

Mengenali masa subur

February 2nd, 2010

Anda ingin cepat punya momongan? Atau ingin melakukan KB alamiah? Pada dasarnya kedua hal tersebut dapat dilakukan dengan mengetahui kapan masa subur seorang perempuan. Jika cepat ingin punya keturunan lakukan senggama pada masa ini, dan sebaliknya jika tidak menginginkan hindari pada saat-saat tersebut.

Mengenali masa subur itu tidaklah sulit. Ada tiga cara sederhana dalam mengetahui kesuburan perempuan yang dapat dilakukan sendiri tanpa harus menggunakan peralatan yang mahal, yaitu: menggunakan siklus haid, metode suhu badan basal, dan memperhatikan lendir vagina.

Kesuburan seorang wanita mengikuti pola tertentu, yang dipengaruhi perubahan kadar hormon kewanitaan dalam tubuhnya. Kita biasa mengenalnya sebagai siklus haid. Tiap perempuan mempunyai siklus haid yang berbeda, normalnya berkisar antara 21- 40 hari. Ovulasi atau lepasnya telur terjadi 14 hari sebelum hari pertama menstruasi dimulai. Masa suburnya adalah sejak H-2 sampai H+2. Jadi, jika seseorang siklus haidnya 30 hari, masa suburnya adalah hari ke-14 sampai ke-18 (hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari ke-1) . Perlu diperhatikan bahwa lama haid tidak berpengaruh, hanya saat kapan haid itu dimulai.

Misalnya ibu A mendapatkan haid tanggal 2 Juni, kemudian haid berikutnya 4 Juli. Dapat disimpulkan siklusnya selama 32 hari. Ovulasi terjadi pada tanggal 20 Juni, dan masa subur dari tanggal 18-22 Juni.
Yang sulit adalah jika seseorang tidak teratur haidnya, metode ini menjadi tidak mudah diterapkan. Jika berubahnya hanya 1 atau 2 hari, masih bisa ditoleransi. Akan tetapi bila ternyata jauh berbeda, sebaiknya mnggunakan metode yang lain.

Cara kedua adalah menggunakan suhu badan basal. Seorang wanita pada masa suburnya cenderung berbadan lebih hangat dari biasanya. Suhu tubuh akan sedikit lebih tinggi, sehingga bila setap hari dilakukan pengukuran akan dapat diketahui kapan waktu suburnya. Gunakan termometer khusus yang bisa mencatat perubahan suhu sampai 0,1oC. Simpan termometer tersebut di tempat yang mudah dijangkau saat bangun tidur, ukur suhu pada waktu bangun tiap pagi sebelum turun dari tempat tidur.

Catat dalam sebuah grafik. Dari catatan tersebut dapat dibuat kurva yang menunjukkan kapan waktu suhu tubuh lebih hangat. Abaikan saat suhu tinggi akibat demam infeksi.
Kelemahan cara ini adalah bila seseorang lupa untuk melakukannya. Cara ketiga dapat dilakukan untuk melengkapi kedua cara di atas, yaitu dengan memperhatikan lendir cervix yang keluar dari vagina.

Metode ini biasa disebut sebagai Ovulasi Billings.
Pada saat seorang wanita sedang subur, vagina akan cenderung basah. Pantau lendir serviks yang keluar, bila lendir basah dan licin, kental ataupun lengket dapat merupakan pertanda masa subur. Bila tidak ada lendir atau vagina terasa kering, maka itulah waktu tidak subur. Cara ini mempunyai kelemahan apabila perempuan tersebut terinfeksi vaginanya.

Ketiga metode di atas bisa digunakan bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Misalnya ibu X membuat grafik suhu badan basal sekaligus memperhatikan keluarnya lendir licin dari vaginanya. Biasanya hasilnya saling memperkuat.

Berikutnya yang tak kalah penting adalah cara melakukan hubungan intim pada masa subur tersebut. Beberapa dari kita berpikir semakin sering berhubungan semakin besar kemungkinan punya anak. Hal ini salah, karena pembuahan terjadi antara sel telur dari perempuan dengan sel sperma dari laki-laki. Sperma tersebut memerlukan waktu untuk benar-benar matang dan siap membuahi sel telur. Oleh karena itu sebaiknya antar senggama diberi jarak 36-48 jam.

Terakhir, dukunglah dengan doa.

Salamsehat,

Any

Tags: , ,

pijatan pada bayi

February 1st, 2010

“Berikan pijatan pada bayi yang terus menangis karena sakit. Pijat tekanan ringan mampu membebaskan rasa sakit yang diderita sang bayi, secara umum bayi juga menyenangi dan memperoleh manfaat dari pijat refleksi.”

sumber detik. com

Powered by WordPress

Blossom Theme by RoseCityGardens.com