Insulin |diabetes Melitus |gula Darah

Home | Recommend This Site | Bookmark This Page

Mengenal Insulin




Penyandang diabetes melitus tipe 1 (DM 1) selalu menggunakan insulin. Untuk DM tipe 2, insulin digunakan pada kondisi tertentu. Misalnya berat badan cepat menurun, peningkatan kadar gula darah (hiperglikemi) yang berat, ketoatidosis, gagalnya obat hipoglikemi oral (OHO) dengan dosis hampir maksimal, dan kondisi lainnya.

Jika fungsi insulin terganggu, glukosa tidak diserap, tetap berada dalam darah. Akibatnya glukosa dalam darah meningkat. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai efek negatif, salah satunya kerusakan pembuluh darah, hingga kerusakan organ mata, ginjal, otak dan organ lainnya.

Sediaan Insulin

Insulin akan dicerna sistem pencernaan, sehingga tidak dapat diberikan melalui oral melainkan dalam bentuk suntikan di bawah kulit (subkutan). Sediaan insulin diantaranya :

- Short-acting insulin: waktu mulai kerja antara 30-60 menit dan berakhir 6-8 jam. Merek paten diantaranya Actrapid, Humulin S, sedangkan analog insulin mulai dalam 15 menit dan berakhir hingga lima jam.Contohnya insulin aspart (NovoRapid), insulin lispro (Humalog) and insulin glulisine (Apidra)

- Intermediate-acting insulin : isophane insulin mulai bekerja setelah dua jam dan berakhir 10 hingga 14 jam. Contohnya Humulin I, Insulatard

- Long-acting insulin : mulai bekerja setelah satu atau dua jam, dan berakhir hingga 24 jam. Contohnya suspensi zinc (Hypurin bovine lente), protamine zinc insulin (Hypurin bovine protamine zinc), analog glargine (Lantus) dan insulin detemir (Levemir).

- Biphasic insulin : gabungan short-acting dan intermediate-acting dalam proporsi dosis yang berbeda misalnya 30/70, 50/50. Contohnya NovoMix 30, Humulin M3, Hypurin porcine 30/70.

Insulin Inhalasi

Saat ini tersedia insulin inhalasi yang digunakan dengan cara menghirup (seperti penggunaan obat asma). Hal itu mempermudah pasien karena tidak perlu menggunakanjarum suntik. Insulin inhalasi tidak dapat digunakan pada penderita penyakit paru. Misalnya asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Pemberian jenis insulin dan cara penggunaan akan ditentukan dokter dengan mempertimbangkan keinginan dan gaya hidup penderita.

Kehamilan dan Perempuan Menyusui

Insulin yang masuk ke dalam plasenta tidak menggangu pertumbuhan janin. Saat hamil kadar gula darah harus dijaga, untuk menghindari gangguan pada kehamilan. Biasanya pada masa awal kehamilan, dosis insulin akan diturunkan, sedangkan pada trimester kedua dan ketiga, dosisnya akan dinaikkan.

Insulin juga tidak masuk ke dalam air susu, sehingga aman untuk menyusui. Saat menyusui, dosis insulin dikurangi. Dokter akan memberikan saran, berapa jumlah yang akan diberikan.



Related Topics on Mengenal Insulin


Google


For more information please fill out this form:

Name:
Email Address: