|
|
|
|
Puasa Dan Sakit Maag
Oleh dr.Any Safarodiyah
Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan ramadhan. Seorang muslim tentu saja ingin dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Para penderita sakit maag kadang-kadang risau apakah bisa berpuasa penuh selama tiga puluh hari.
Sebenarnya maag bukanlah halangan untuk menjalankan puasa Ramadhan. Kita dapat mempelajari dan menyiasati penyakit ini saat berpuasa sehingga bisa melalui bulan puasa dengan sukses.
Maag merupakan istilah awam untuk penyakit yang secara ilmiah kedokteran dikenal sebagai dispepsia. Dispepsia secara medis dikenal sebagai penyakit dengan gejala terutama keluhan atau rasa tidak nyaman atau rasa nyeri di ulu hati disertai rasa mual, kembung, kurang nafsu makan, dan cepat merasa kenyang. Pada beberapa kasus rasa nyeri tersebut bisa sangat hebat, terasa panas hingga sakit di bagian perut sampai terasa menusuk tulang belakang.
Ada dua macam tipe dispepsia, yaitu dispepsia organik dan dispepsia non-organik. Dispepsia non-organik ini disebut juga sebagai dispepsia fungsional. Perbedaan yang mendasar pada kedua jenis dispepsia tersebut adalah adanya kerusakan pada jaringan saluran pencernaan. Jika dilakukan pemeriksaan endoskopi (diteropong) pada pasien dengan dispepsia fungsional tidak akan ditemukan kelainan atau hanya minimal saja. Sedangkan pada dispepsia organik gejala yang muncul lebih parah, dan bila diperiksa dengan endoskopi akan di temukan kelainan anatomis, misalnya tukak lambung, polip pada kerongkongan, ataupun kanker pada lambung.
Delapan puluh persen kasus dispepsia adalah dispepsia fungsional. Pada sakit maag tipe ini, penderita dapat menjalankan puasa. Karena tidak ada sebab secara organik, dispepsia fungsional biasanya disebabkan adanya stress, makan tidak teratur, makanan pedas dan asam, dan terlalu banyak merokok. Pada yang demikian otomatis bila ia berpuasa, gejala yang dialami akan berkurang, karena puasa justru membuat pola makan mejadi teratur, merokok akan berkurang, makanan berminyak, bersoda ataupun yang terlalu pedas juga berkurang masuk ke saluran cerna. Keluhan maag akan berkurang, dan bahkan puasa bisa menjadi obat bagi penyakit maag jenis ini.
Jika terjadi kelainan secara organik akan berbeda. Penderita dispepsia organik dapat bertambah berat sakitnya bila pada saat berpuasa tidak menggunakan obat yang tepat. Penyakitnya dapat kumat bila lambung tetap kosong sehingga produksi gas dan asam berlebihan. Karena itu pada kondisi ini sebaiknya penderita mengkonsumsi obat pengontrol asam lambung pada saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur. Pada keadaan tertentu misalnya tukak lambung yang mengalami perdarahan atau kanker lambung pasien tidak diperbolehkan untuk berpuasa dulu. Konsultasikan pada dokter apakah sakit anda termasuk yang berat atau tidak.
Selama berpuasa yang terpenting adalah menghindari makanan dan minuman yang dapat memperparah gejala dispepsia. Makan secukupnya saja pada saat sahur, dan jangan melakukan kebiasaan balas dendam pada saat berbuka dengan makan berlebihan. Sebaiknya berbuka dengan makanan yang manis dan mudah dicerna seperti yang dicontohkan Nabi, misalnya dengan kurma. Pada minggu pertama puasa bisanya perut masih tidak nyaman, namun pada minggu berikutnya maag akan berkurang bahkan hilang sama sekali.
Selamat berpuasa!
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Related Topics on Puasa Dan Sakit Maag
|
|
|
|
|
|
|
For more information please fill out this form:
|
|
|